Minggu, 01 Januari 2017

identitas nasional dan globalisasi



Makalah : pendidikan kewarganegaraan

IDENTITAS NASIONAL DAN GLOBALISASI

Di susun oleh:
CUT INTAN NOVITA
Pembimbing : Asmanidar, S.Ag., M.A


JURUSAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM
FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY
BANDA ACEH
2016



KATA PENGANTAR




     Puji syukur atas kehadirat Allah SWT atas segala rahmat Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang berkonstribusi dalam menyusun makalah ini. Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi kami dan  pembaca, semoga bermanfaat. Dan semoga dengan adanya makalah ini, kita akan mendapatkan ilmu yang berkah dan berguna bagi kita semua
     Karna keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.






Banda Aceh, 6 Desember 2016

                                                              Penyusun
     

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I : PENDAHULUAN 1
1. Latar Belakang 1
2. Rumusan Masalah 1
3. Tujuan 2

BAB II PEMBAHASAN 3
A. PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL 3
B. NASIONALISME INDONESIA 4
C. FAKTOR PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL 5
D. PARAMENTER IDENTITAS NASIONAL 6
E. UNSUR UNSUR PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL 8
F. PENGERTIAN GLOBALISASI 9
G. TANTANGAN DAN ANCAMAN GLOBALISASI 10

BAB III PENUTUP 12
1. Kesimpulan 12
2. Saran 12

BAB III PENUTUP                                                                                          13




BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam menjalani kehidupannya, manusia tidak dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Manusia sebagai individu akan senantiasa membutuhkan individu lain dan selanjutnya hidup secara berkelompok. Bangsa memiliki ciri khas sehingga dapat dibedakan dengan bangsa lain. Ciri khas sebuah bangsa merupakan identitas dari bangsa yang bersangkutan. Identitas nasional dibutuhkan agar menjadi pengikat sekaligus pembeda dengann bangsa lainnya. Indonesia sebagai bagian dari dunia melayu telah membuktikan sebagai kawasan tempat tumbuh dan berkembang nya perkawinan antar budaya asing dan lokal. Pertemuan alamiah melahirkan sikap bijaksana
Terdapat kekhawatiran disebagaian kalangan bahwa arus globalisasi demokrasi dan gerakan hak asasi manusia akan mengancam jati diri bangsa Indonesia . Globalisasi membawa banyak dampak terhadap kita sebagai bangsa negara kita. Karena globalisasi juga mengancam identitas bangsa yang ada di negara ini. Berbagai macam dampak nya pun telah terlihat di masyarakat, dan banyak juga tantangan dan ancaman yang akan dihadapi masyarakat dalam globalisasi ini.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa itu identitas nasional?
2. Apa faktor dan unsur unsur pembentukan identitas nasional ?
3. Apa itu globalisasi ?
4. Apa apa saja ancaman dan tantangan globalisasi ?


C. TUJUAN
1. Untuk mengetahui dan memahami apa itu identitas nasional
2. Untuk mengetahui apa dampak dari globalisasi terhadap bangsa dan juga terhadap identitas nasional Indonesia


















BAB II
PEMBAHASAN
A. PENGERTIAN IDENTITAS NASIONAL 
Kata identitas dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah ciri ciri, tanda tanda atau jati diri yang meletakkan pada seseorang atau sesuatu yang membedakannya dengan yang lain. Sedangkan kata nasional merupakan identitas yang melekat pada kelompok kelompok yang lebih besar yang diikatkan oleh kesamaan kesamaan, baik fisik maupun non fisik. Himpunan kelompok ini lah yang disebut dengan identitas nasional . Kata nasional juga merujuk pada konsep kebangsaan. Jadi pengertian identitas nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai ideologi negara sehingga mempunyai kedudukan tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam arti lain juga sebagai dasar negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijunjung tinggi. Identitas nasional bersifat buatan, sekunder, etis dan nasional. Bentuk identitas nasional adalah bahasa nasional, lambang nasional, semboyan nasional, bendera nasional, dan ideologi nasional. 
Kesediaan dan loyalitas warga bangsa untuk mendukung identitas nasional itu perlu ditanamkan, dibangun, dan dikembangkan secara terus menerus. Kesetiaan terhadap identitas nasional sangatlah penting karena dapat mempersatukan warga bangsa itu sebagai satu bangsa dalam satu negara.  Sifat identitas nasional yang relatif dan kontekstual mengharuskan setiap bangsa untuk selalu kritis terhadap identitas nasional serta selalu menyegarkan pemahaman dan pemaknaan terhadap jati dirinya. 
Menurut para ahli secara umum terdapat beberapa unsur yang menjadi komponen identitas nasional diantaranya :


a. Pola perilaku
Gambaran pola perilaku yang terwujud dalam kehidupan sehari hari.
b. Lambang lambang 
Sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi negara.
c. Alat alat perlengkapan
Sejumlah atau perlengkapan yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan, peralatan, dan teknologi. 
d. Tujuan yang ingin dicapai  
Yang bersumber dari tujuan yang bersifat dinamis dan tidak tetap. Sebagai sebuah bangsa yang mendiami sebuah negara dengan tujuan kecerdasan dan kesejahteraan.
Menurut Dean A. Minix dan Sandra M. Hawley, negara bangsa merupakan sebuah bangsa yang memilliki bangunan politik. Mengacu pada definisi ini maka konsep negara bangsa merupakan pengertian negara dalamm maknanya yang modern. 
B. NASIONALISME INDONESIA
Tumbuhnya paham nasionalisme Indonesia tidak bisa dilepas dari situasi sosial politik decade pertama abad ke-20. Cita cita bersama untuk merebut kemerdekaan menjadi semangat umum dikalangan tokoh tokoh pergerakan nasional untuk memformulasi bentuk nasionalisme yang sesuai dengan kondisi masyarakat Indonesia. Secara garis besar terdapat tiga pemikiran besar tentang watak nesionalisme Indonesia yang terjadi pada masa sebelum kemerdekaan yakni paham paham ke islaman, marxisme dan nasionalisme Indonesia. Para analis nasionalisme beranggapan bahwa islam memegang peran yang sangat penting dalam pembentukkan nasionalisme. 
Paham Marxisme pada mulanya berkembang diluar gerakan gerakan kebangsaan pribumi yakni partai nasional Hindia Belanda (NIP) yang merupakan organisasi Eropa-ras, keadilan sosial-ekonomi dan kemerdekaan, yang didasarkan pada kerjasama Eropa-Indonesia. Konsep nasionalisme Soekarno mendapat kritik dari kalangan islam. Tokoh islam Mohammad Natsir mengkhawatirkan faham nasionalisme soekarno dapat berkembang menjadi sikap fanatisme buta kepada tanah air. Menghadapi kritikan dari kalangan Islam, Soekarno membantah tuduhan kalangan Islam terhadap gagasan nasionalismenya. Kemudian Soekarno mengungkapkan watak nasionalisme yang penuh dengan nilai nilai kemanusiaan. 

C. FAKTOR PEMBENTUKAN IDENTITAS NASIONAL
Proses pembentukan bangsa negara membutuhkan identitas identitas untuk menyatukan masyarakat bangsa yang bersangkutan. Faktor faktor yang memperkirakan menjadi identitas nasional: 
1. PRIMODIAL
Faktor faktor primodial ini meliputi ikatan kekerabatan, kesamaan suku bangsa, daerah asal, bahasa dan adat istiadat. Factor primodial merupakan identitas yang menyatukan masyarakat sehingga mereka dapat membentuk bangsa negara. Kesamaan suku dapat membentuk bangsa dan negara. 
2. SAKRAL
Factor sakral dapat nerupa kesamaan agama yang dipeluk masyarakat atau ideologi doktrine yang diakui oleh masyarakat yang bersangkutan. Agama dan ideologi merupakan faktor sacral yang dapat membentuk bangsa dan Negara. Faktor sakral ikut menymbang terbentuknya satu nasionalitas baru.
3. TOKOH 
Kepemimpinan dari para tokoh yang disegani dan dihormati oleh masyarakat dapat pula menjadi faktor yang menyatukan bangsa dan Negara. Pemimpin di beberapa negara dianggap sebagai penyambung lidah rakyat, pemersatu rakyar, dan symbol persatuan bangsa yang bersangkutan.

4. BHINEKA TUNGGAL IKA
Prinsipnya pada dasarnya adalah kesediaan warga bangsa untuk bersatu dalam perbedaan. Sesungguhnya warga bnagsa memiliki kesetiaan ganda. Warga satia pada identitas primordialnya dan warga juga memiliki kesetiaan pada pemerintahan dan negara.
5. SEJARAH 
Presepsi yang sama diantara warga masyarakat tentang sejarah mereka dapat menyatukan diri kedalam satu bangsa. Presepsi yang sama tentang pengalaman masa lalu. 
6. PERKEMBANGAN EKONOMI 
Perkembangan ekonomi akan melahirkan spesialisasi pekerjaan dan profesi sesuai dengan aneka kebutuhan masyarakat. Semakin tinggi mutu dan variasi kebutuhan masyarakat, semakin saling bergantung diantara jenis pekerjaan. Semakin kuat saling ketergantungan anggota masyarakat karena perkembangan ekonomi, akan semakin besar pula solidaritas dan persatuan dalam masyarakat.
7. KELEMBAGAAN
Factor lain yang berperan dalan mempersatukan bangsa adalah lembaga lembaga pemerintahan dan politik seperti birokrosi, angkatan bersenjata, pengadilan, dan partai politik. Lembaga ini melayani dan mempertemukan warga tanpa membeda bedakan asal usul dan golongannya dalam masyarakat.    

D. PARAMENTER IDENTITAS NASIONAL. 
Paramenter  identitas nasional adalah suatu ukuran atau patokan yang dapat digunakan untuk menyatakan sesuatu yang menjadi ciri khas suatu bangsa. Sesuatu yang terjadi dalam suatu masyarakat dan mencari ciri atau identitas nasional biasanya mempunyai indikator yaitu:
a. Identitas nasional menggambarkan pola perilaku yang terwujud melalui aktivitas masyarakat sehari harinya. Identitas ini menyanngkut adat istiadat, tata kelakuan, dan kebiasaan.
b. Lambang lambang yang merupakan cirri dari bangsa dan secara simbolis menggambarkan tujuan dan fungsi bangsa. Lambang lambang Negara ini biasanya dinyatakan dalam undang undang.
c. Alat alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan seperti bangunan, teknologi dan perlatan manusia.
Bagi bangsa Negara Indonesia, pengertian parementer identitas nasional tidak merujuk hanya pada individu, tetapi berlaku pula pada suatu kelompok Indonesia sebagai suatu bangsa yang majemuk, maka kemajemukan itu merupakan unsur unsur pembentuk identitas yang melekat dan diikat oleh kesamaan kesamaan yang terdapat pada segenap warganya.  Unsur unsur pembentuk identitas nasional Indonesia berdasarkan ukuran parameter sosiologi yaitu:
a. Suku bangsa 
Golongan social yang khusus dan bersifat askriptif yang sama coraknya dengan golongan umur dan jenis kelamin.
b. Kebudayaan 
Kebudayaan menurut ilmu sosiologi termasuk kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, dan adat istiadat. Kebudayaan sebagai parameter identitas nasional bukanlah sesuatu yang bersifat individual. Kebudayaan harus merupakan milik bersama dalam suatu kelompok, artinya para warganya memiliki bersama sejumlah pola pola berpikir dan berkelakuan yang didapat dan dikembangkan melalui proses belajar. 
c. Bahasa 
Bahasa adalah identitas nasional yang bersumber dari salah satu lambang suatu negara. Bahasa adalah merupakan satu keistimewaan manusia, khususnya dalam kaitan dengan hidup bersama dalam masyarakat adalah adanya bahasa. 

d. Kondisi geografis 
Kondisi geografis merupakan identitas yang bersifat alamiah. Kedudukan geografis wilayah negara menunjukkan tentang lokasi Negara dalam kerangka ruang, tempat, dan waktu sehingga untuk waktu tertentu menjadi jelas batas batas wilayahnya diatas bumi.     

E. UNSUR UNSUR PEMBENTUK IDENTITAS NASIONAL
1. Unsur sejarah
Bangsa Indonesia mengalami kehidupan dalam beberapa situasi dan kondisi sosial yang berbeda sesuai perubahan zaman. Bangsa Indonesia secara ekonomis dan politik pernah mencapai era kejayaan diwilayah Asia Tenggara. 
2. Kebudayaan 
Aspek kebudayaan yang menjadi unsur pembentuk identitas nasional adalah meliputi tiga unsur yaitu :
a. Akal budi 
Sikap dan perilaku yang dimiliki oleh bangsa Indonesia dalam interaksinya antara sesama maupun antar pimpinan dengan staf, anak dan orang tua dan sebaliknya.
b. Peradaban dapat dilihat dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial, dan hankam
c. Pengetahuan yang menjadi unsur identitas nasional meliputi prestasi anak bangsa, karya anak bangsa, dan prestasi anak bangsa. 
3. Budaya unggul 
Semangat dan kultur kita untuk mencapai kemajuan. Untuk mencapai kualitas hidup, nilai kemanusiaan, demokrasi, dan keadilan dijadikan landasan ideologis secara ideal dan normatif diwujudkan secara konsisten, dinamis, kreatif dan bukan indoktriner. 
4. Suku bangsa
Adanya suku bangsa yang majemuk. Aneka ragamnya suku bangsa dimaksud dengan terlihat dari jumlah bangsa lebih dari 300 suku bangsa dengan bahasa dan dialek yang berbeda.
5. Agama 
Masyarakat agamis dan memiliki hubungan antar umat beragama yang rukun. Menghormati berarti mengakui secara positif dalam agama dan kepercayaan orang lain juga mampu belajar satu sama lain.
6. Bahasa
Salah satu atribut bangsa disamping sebagai identitas nasional. Bahasa merupakan identitas nasional yang sangat penting, karena bahasa merupakan bentuk dari kesatuan bangsa Indonesia.   

F. PENGERTIAN GLOBALISASI
Secara umum globalisasi adalah sebuah gambaran tentang semakin ketergantungan diantara sesame masyarakat dunia baik budaya maupun ekonomi. Istilah globalisasi juga sering dihubungkan dengan sirkulasi gagasan, bahasa, dan budaya popular yang melintasi batas negara . Globalisasi adalah fenomena dunia berwajah banyak. Globalisasi melalui barbagai media informatika yang semakin canggih menyebabkan pesan, kreasi, peristiwa, tontonan, dan pikiran merebak dengan cepat, melalui proses digitalisasi. Globalisasi sering diidentikkan dengan:
a. Internasionalisme
Yaitu hubungan antarnegara, meluasnya arus perdagangan dan penanaman modal 
b. Liberalisme
Pencabutan batasan batasan pemerintah untuk membuka ekonomi tanpa pagar dalam hambatan perdagangan, pembatasan keluar masuk mata uang, kendali visa, dan izin masuk suatu negara.
c. Universalisasi 
Ragam selera seperti pakaian, makanan, kendaraan, diseluruh pelosok penjuru dunia.
d. Westernisasi 
Yaitu ragam hidup model budaya barat atau amerika.
e. de-Teriotorialisasi
perubahan perubahan geografis sehingga ruang sosial dalam perbatasan, tempat, dan jarak menjadi berubah.

G. TANTANGAN DAN ANCAMAN GLOBALISASI.
1. Nasionalisme dan Internasional.
Sejak pertengahan kedua abad ke-20, tidak ada ideologi yang lebih popular di Asia, Afrika, dan Amerika Latin dibandingkan dengan nasionalisme. Dengan modal nasionalisme, berbagai negara dikawasan tersebut merebut kembali kemerdekaannya.  Globalisasi telah mengubah wajah negara berkembang dan Indonesia pada khususnya. Globalisasi telah membuat semangat nasionalisme menurun, sebab setiap orang memaksimalkan kepuasannya dan dapat hidup dinegara mana saja berdasarkan kompetensi dan komitmennya.
2. Budaya Barat dan Budaya Indonesia 
Dari berbagai literatur dan pengalaman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara sekurang kurangnya ada 3 konsep yang mencerminkan khas Indonesia, yaitu: musyawarah, mufakat, dan gotong royong. Disisi lain, budaya barat adalah demokratis dan individualistis. Perkembangan globalisasi juga telah mempengaruhi budaya Indonesia. 

3. Industri dan Pertanian. 
Globalisasi juga telah memengaruhi perekonomian Indonesia. Negara negara barat telah merelokasi dan tekstil. Globalisasi telah mengubah secara bertahap wajah Indonesia dari pertanian menjadi industri.  
BAB III
KESIMPULAN
A. KESIMPULAN
Pengaruh globalisasi disatu sisi ternyata menimbulkan yang negative bagi kebudayaan bangsa Indonesia. Norma norma yang terkandung dalam kebudayaan bangsa indoensia perlahan mulai pudar. Gencarnya serbuan teknologi disertai nilai nilai interinstik yang diberlakukan didalamnya telah menimbulkan isu mengenai globalisasi dan pada akhirnya menimbulkan nilai baru tentang kesatuan dunia. Hakikat kemerdekaan suatu negara akan tampak disaat negara itu dapat menhargai dan menjunjung tinggi nilai nilai budayanya sendiri dan selalu membuka diri terhadap nilai positif dari luar baik itu yang berbentuk budaya, ekonomi, politik, dan lain lain. 
B. SARAN
Diharapkan bagi seluruh masyarakat Indonesia jangan terlalu terpedaya olehh globalisasi dan jagalah identitas nasional kita. Sebagai warga negara Indonesia, kita pertahankan budaya kita. Jangan sampai hancur karena pengaruh negatif dari globalisasi. Oleh sebab itu kita harus mengetahui apa dampak dari globalisasi tersebut dan kita harus selalu menjaga nama baik negara tercinta ini. Semoga dengan makalah ini, bisa bermanfaat bagi masyarakat Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
A.Ubaedillah & Abdul Rozak, Pancasila, Demokrasi, HAM, dan Masyarakat madani, Jakarta, Prenadamedia Group, 2003
Azyumardi Azra, Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Madani, Jakarta, prenada media, 
Winarno, Paragdima Baru Pendidikan Kewarganegaraan, Jakarta, Bumi aksara, 2013

Srijanti, A Rahman, Purwanto, pendidikan kewargaan untuk mahasiswa, Jakarta, Graha Ilmu, 



4 komentar: